Asuransi Jiwa Syariah

Sebagian besar masyarakat sangat anti bila berbicara mengenai asuransi, terutama asuransi jiwa. Banyak sebab mengapa hal ini bisa terjadi. Paling tidak ada beberapa alasan mendasar mengapa orang belum mau menyiapkan asuransi meskipun saat ini sudah ada asuransi syariah. Beberapa alasan mengapa orang belum mau menyiapkan asuransi adalah:

  1. Belum melihat asuransi sebagai kebutuhan hidupnya, atau belum mempunyai uang yang cukup untuk itu.
  2. Orang yang sudah banyak sekali memiliki uang/aset sehingga beranggapan tidak memerlukan lagi membeli asuransi untuk menutupi risiko yang mungkin timbul.
  3. Orang yang tidak begitu memahami apa manfaat yang mungkin diperoleh jika ia membeli asuransi.

Satu hal yang Pasti dan Wajib dialami oleh setiap manusia adalah kematian.  Masalahnya, kita tidak pernah tahu kapan masa itu akan terjadi pada kita.  Jika kematian terjadi pada seseorang, sementara orang tersebut adalah pencari nafkah utama di dalam keluarganya, maka akan hilanglah sebagian besar pendapatan, atau mungkin bahkan seluruh pendapatan yang diterima oleh keluarga. Yang kemudian terjadi dalam waktu dekat akan terbayang sebuah keluarga yang tidak mendapatkan atau berkurang pemasukan bulanannya secara signifikan. Akibat yang segera dirasakan adalah tingkat kesejahteraan hidup dan standar gaya hidup mulai terganggu, apalagi jika kemudian datang berbagai tagihan hutang almarhum, tagihan kartu kredit, tagihan biaya pengobatan yang belum dibayar, biaya pemakaman, dan sebagainya. Jangankan mereka yang sama sekali tidak memiliki asuransi jiwa, keluarga yang sudah membeli asuransi jiwa pun masih mungkin terganggu secara finansial jika tiang penopang utama keluarganya meninggal dunia.

Demikian pula dengan orang yang memiliki pandangan yang keliru bahwa dengan banyaknya harta/aset yang dimiliki, sudah tidak perlu lagi memiliki asuransi.  Dalam pandangannya, jumlah harta yang bejibun dan aset-aset produktif yang menghasilkan uang tanpa harus bekerja itu telah menjadi proteksi yang membuat asuransi tidak diperlukan lagi bagi dirinya.  Tapi coba kita lihat pada kenyataan di kehidupan.  Banyak orang kaya yang jatuh bangkrut gara-gara terkena sakit kritis sebelum meninggalkan dunia ini, tentunya karena salah satu penyebabnya harta yang dimilikinya ternyata tidak cukup untuk menopang kebutuhan yang tidak bisa diprediksinya.

Sebetulnya hal penting yang perlu Anda perhatikan terkait dengan resiko kehidupan adalah Anda perlu menghitung berapa dana siap cair (warisan) yang diperlukan keluarga sewaktu-waktu (baca: uang pertanggungan) yang sebaiknya harus Anda siapkan. Jika kita bisa memberi lebih banyak lagi untuk keluarga kita yang tercinta, mengapa hal ini tidak kita lakukan?  Menurut kami ada faktor-faktor yang perlu Anda pertimbangkan dan diperhitungkan ketika Anda merencanakan dalam pengelolaan keuangan keluarga, antara lain:

  • Jumlah hutang yang Anda miliki.
  • Berapa banyak aset/harta yang Anda tinggalkan untuk keluarga.
  • Berapa lama aset tersebut dapat menghidupi mereka tanpa harus menurunkan standar gaya hidup mereka.
  • Berapa banyak dana yang diperlukan untuk membiayai kehidupan anak-anak Anda sampai mereka menjadi dewasa dan mandiri, termasuk biaya pendidikan buah hati Anda.
  • Berapa banyak dana yang disiapkan untuk hal tak terduga dan resiko kehidupan (sakit kritis, kecelakaan, cacat, dsb)

Setelah Anda menghitung besarnya uang pertanggungan berdasarkan faktor-faktor di atas dan Anda tidak perlu kaget dengan nilai yang harus Anda persiapkan (premi yang harus dibayar). Pada dasarnya asuransi adalah sebuah perencanaan. Artinya, Anda dapat merencanakan untuk membeli asuransi jiwa dengan jumlah premi tertentu secara bertahap.

Prioritas utama dalam menentukan pembelian asuransi adalah sebagai berikut sebagai berikut:

  1. Milikilah asuransi jiwa dengan jumlah uang pertanggungan (dan premi) yang bisa menutupi seluruh hutang-hutang Anda, agar sekurang-kurangnya anda tidak mewariskan hutang kepada generasi berikutnya;
  2. Bila hutang-hutang sudah diamankan, maka belilah asuransi jiwa berikutnya untuk mengamankan kebutuhan hidup keluarga sehari-hari untuk rentang waktu tertentu, terhitung sejak Anda meninggal dunia;
  3. Bila anda telah berhasil mengumpulkan sejumlah uang tambahan, belilah asuransi dengan nilai pertanggungan yang bisa memenuhi biaya-biaya membesarkan anak-anak Anda, termasuk biaya pendidikannya.

Jadi, meski tentu tidak mudah mengaturnya, namun dengan perencanaan yang matang, hal di atas tetap dimungkinkan (kecuali Tuhan berkehendak lain, tentu).

Demikianlah beberapa pertimbangan yang Anda butuhkan dalam mengantisipasi risiko yang sering terjadi dalam menjalankan kehidupan keluarga. Dan perhatikan firman Tuhan yang berikut:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahtera-an) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. an-Nisa’ [4]: 9).

Jadi jika Anda sudah siap untuk memiliki asuransi, segera hubungi kami untuk membantu Anda mewujudkannya.

This entry was posted in Asuransi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*