Marketing is BHULLSHIT

Provokativ dan inspirativ. Begitu kesan yang terasa di kepala jika membaca buku ini. Dengan judul Marketing is BULLSHIT tentunya penyuka buku akan langsung mengarahkan pandangannya ke pojok rak buku ini dipajang di took-toko buku. Dan memang sesuai dengan judulnya buku ini benar-benar menawarkan rasa yang segar walaupun kadang tema yang diangkat tidak selalu orisinil. Tetapi membaca buku ini menimbulkan rasa penasaran, lucu, dan anggukan tanda setuju dengan pengarangnya.
Satu kata kunci dari buku ini adalah tentang Creative Marketing. Without creativity, marketing is bhullshit!!. Demikian kata buku ini menyimpulkan dunia marketer yang sangat keras persaingannya.
Ada 8 bab dalam buku ini yang diberi judul masing-masing Bhullshit 1 sampai dengan Bhullshit 8 dimana masing-masing bhullshit berisi uraian yang sangat menggelitik hati sekaligus pikiran. Coba anda simak..
Bhullshit 1, Hoki itu kebetulan-buku ini membantah anggapan itu dan mengatakan bahwa hoki bukanlah kebetulan, hoki adalah produk kretivitas dan hasil dari usaha dan kerja keras dan pada titik tertentu terciptalah hoki itu. Lebih jauh lagi buku ini memberikan tips untuk terciptanya hoki yaitu : memastikan persiapan dan kesempatan, memastikan komunikasi yang baik, memanfaatkan ide sendiri atau orang lain dengan baik, memastikan penghematan, kehebatan atau kecepatan dan terakhir adalah memastikan kreatifitas.
Bhullshit 2, Terobosan adalah pemborosan. Dalam pemikiran umum apabila sebuah organisasi atau perusahaan yang akan melakukan terobosan berarti extra cost. Tetapi pendapat umum ini dibantah oleh buku ini dengan membeberkan contoh-contoh yang sangat brilian. Hal ini dapat dilakukan dengan cara : meninjau kembali komponen-komponen produk yang betul-betul dibutuhkan, mengolah kembali bahan-bahan sisa, menjadikan barter sebagai system pembayaran, menjadikan costumer sebagai co-produser, menetapkan harga yang wajar dan memanfaatkan teknologi untuk mengenalkan produk ke pasar.
Bhullshit 3, terobosan bukan keharusan. Salah besar. Terobosan adalah sebuah keniscayaan. Tanpa terobosan public atau market akan cepat bosan dan lambat laun akan meninggalkan produk tersebut. Coba anda perhatikan mie lendir, ayam tangkap, teh cap body dan jus Mahathir, dengan penamaan yang baru dan sedikit nyeleneh maka pasar akan mempunyai ingatan yang kuat terhadap produk tersebut dan menjadi pembeda dari produsen lain yang menghasilkan produk yang sama. Menurut buku ini terobosan adalah keharusan. Hal ini dapat dilakukan dengan penamaan, penyajian, promosi dan eksploitasi yang serba greget dan tidak biasa.
Bhullshit 4, Diferensiasi sukar dikreasi adalah salah besar no 4, sebagaimana terobosan diferensiasi adalah hal yang mutlak diperlukan untuk memenangkan pertarungan pasar. Buku ini mengatakan bahwa sebagai salah satu unsur yang membentuk senyawa kesuksesan bisnis diferensiasi bukanlah hal yang sukar untuk dibuat. Dia bisa melekat pada superiority or inferiority, software or hardware, product or experience dan place or promo.
Bhullshit 5, seringkali kita diperdengarkan bahwa untuk memenangkan pertarungan bisnis salah satu hal yang menjadi segala-galanya adalah kegigihan. Bukan sekedar itu!, tetapi meliputi keyakinan, bukan sekedar keinginan. Kecerdikan, bukan sekedar kegigihan. Kenekatan, bukan sekedar keberanian. Persiapan, bukan sekedar pelayanan. Penghasilan, bukan sekedar penemuan. Sisi laba, bukan sekedar sisi liar.
Bhullshit 6, perlu metode untuk hasilkan ide. Menurut buku ini persetan dengan metode, yang paling penting adalah ide!. Sebab hampir-hampir tak ada metode khusus untuk menghasilkan ide. Menurut buku ini ide bernilai milyaran rupiah bisa didapat dari kondisi kepepet, santai, spesialis, generalis, krisis, merantau, muda bahkan tua. Artinya dalam segala kondisipun ide akan bisa mengalir deras dari jiwa yang ingin dan mau beride.
Bhulshit 7, segala sesuatu adalah terbatas, hal ini adalah bhullshit ke 7 yang ditentang oleh buku ini. Karena menurut buku ini ada cara untuk menembus batas-batas tersebut, caranya? Menjadi orang kreatif-orang kreatif adalah orang tanpa batas alias the infinitive. Dengan menantang gagasan yang diamini oleh banyak orang bahwa segala sesuatu itu terbatas maka orang kreatif dapat mengelola thoughts jadi things, sakit jadi duit dan sosial jadi komersial.
Bhullshit 8, adalah bhullshit terakhir dalam buku ini yang bercerita dan menantang gagasan lazim bahwa laba adalah segala-galanya, laba adalah raja. Hal ini keliru besar, karena setelah laba ada hal lain yang lebih menjadikan sebuah bisnis atau perusahaan lebih kekal dalam menapaki puncak kejayaan dari bisnis. Nah bisa dimengerti jika setelah bertahun-tahun bersusah payah mendaki puncak kejayaan, maukah anda?!, setelah bertahta, tidak lebih dari sekedipan mata. Maka bhullshit 8 ini sebagai pamungkas dari bhullshit 1-7. Di ringkas dalam bahasa yang lugas : Sia-sia yang namanya kreativitas, kalau tidak ada yang namanya profitabilitas. Dan sia-sia yang namanya profitabilitas kalau tidak ada yang namanya integritas. Laba bukan raja! Buat apa jadi raja jika hanya sekedipan mata, mungkin itu yang dimaksud dalam bab pamungkas ini. Dan untuk menjadi raja dalam bisnis anda dalam waktu yang lama anda perlu mempunyai integritas yang tinggi sehingga saat angin bertiup kencang dan menggoyang bisnis anda banyak kalangan yang akan tetap menganggap anda seorang raja, dan tetap memberikan jalan dengan sukarela untuk memberi dan menunjukkan jalan ke tahta anda kembali. Setuju??

This entry was posted in Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*