Mudahnya Memahami Asuransi

Setiap orang ingin hidup aman dan nyaman. Di dunia modern yang hampir segala sesuatunya memerlukan uang, kenyamanan dan keamanan hidup hanya dapat diperolah bila kita memiliki cukup uang. Uang bagaikan oksigen kehidupan modern. Tanpa oksigen, manusia tidak dapat hidup, meskipun tujuan hidup bukan untuk menghirup oksigen. Demikian juga dengan uang. Tanpa uang, sangat sulit menjalani hidup, meskipun sudah jelas tujuan hidup bukan mencari uang.

Namun, hidup kita penuh dengan ketidakpastian. Nasib manusia tidak dapat diprediksi. Ada penyakit, musibah, bencana, kecelakaan, bahkan kematian yang dapat muncul sewaktu-waktu, merenggut segala yang kita punya. Malang tidak dapat ditolak, untung juga tidak selalu dapat diraih. Manusia tidak berdaya menghadapi ketentuan takdir yang harus dijalani. Akan tetapi, sebagai makhluk berakal, manusia tetap berusaha meminimalkan kerugian yang diderita karena kemalangan-kemalangan itu.

Asuransi adalah temuan jenius manusia untuk menyiasati kemalangan hidup. Dengan asuransi, manusia bersekutu untuk saling-menanggung bila salah satu dari mereka terkena musibah. Kematian mungkin merenggut suami/istri yang kita kasihi, kebakaran mungkin menghanguskan barang-barang berharga kita, namun setidaknya secara keuangan kita tidak harus merana karenanya.

Secara umum, ada dua jenis asuransi yang dikenal saat ini: asuransi umum/kerugian dan asuransi jiwa. Asuransi umum meliputi semua pertanggungan karena musibah terhadap benda, misalnya karena kebakaran, kerusakan, kehilangan/kecurian, kebanjiran, jatuh (pesawat) dan tenggelam (kapal). Asuransi jiwa meliputi semua pertanggungan untuk musibah yang terjadi pada manusia, misalnya kematian, sakit, cacat dan tidak produktif.

Artikel ini secara khusus membatasi pembahasan pada asuransi jiwa.

Asuransi jiwa adalah bisnis triliunan rupiah. Pada tahun 2009 lalu, total premi baru (new business) yang dikumpulkan industri asuransi mencapai hampir 90 triliun. Bila digabung dengan premi dari bisnis sebelumnya (renewal) total perputaran uang di industri asuransi mencapai ratusan triliun rupiah.

Secara mudah, ada tiga risiko yang ditanggung oleh asuransi jiwa:

  • Mati terlalu cepat
  • Hidup terlalu lama
  • Sakit atau cacat

Mati Terlalu Cepat

Kematian mendadak orang yang masih berusia produktif akan menimbulkan kemalangan bagi keluarga yang ditinggalkan. Seorang suami atau ayah yang setiap awal bulan membawa uang belanja kebutuhan hidup tiba-tiba tak ada lagi. Seorang anak yang menjadi gantungan hidup orang tuanya, yang mengirimkan uang setiap bulan ke mereka di kampung, sekarang telah tiada. Anak-anak butuh sekolah, orang tua butuh topangan hidup. Mereka akan sangat terbantu dengan santunan asuransi.

Berapa jumlah santunan yang cukup? Perusahaan asuransi umumnya menghitung jumlah ideal uang santunan adalah apabila uang itu seluruhnya didepositokan ke bank, hanya dari bunganya saja sudah cukup untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari dengan gaya hidup yang sama. Dengan demikian, kematian pencari nafkah tidak memutus aliran rejeki yang selama ini diterima.

Program asuransi jiwa yang paling dasar adalah asuransi berjangka (term insurance) di mana masa pertanggungan dan masa membayar premi hanya berlaku untuk satu periode tertentu–umumnya satu tahun– seperti asuransi mobil atau kebakaran yang setiap tahun harus diperbaharui. Program lain yang populer adalah asuransi seumur hidup (whole life), dwiguna dan unit-link.

Hidup Terlalu Lama

Ya, hidup terlalu lama adalah juga “kemalangan” secara finansial. Bila kita hidup sampai umur 70 tahun, misalnya, berarti ada masa 15 tahun dari hari terakhir bekerja sampai meninggal dunia. Itu adalah masa yang cukup lama. Di masa itu kita tidak lagi produktif dan menghasilkan uang namun kebutuhan hidup masih harus dicukupi. Dari mana sumbernya? Dalam budaya masyarakat kita, banyak yang menggantungkan diri pada anak-anaknya di saat pensiun. Ada juga yang hidup dari simpanan atau investasi. Dibandingkan keduanya, dana pensiun dari lembaga keuangan/asuransi merupakan sumber yang lebih ideal karena tidak menjadi beban anak dan kelangsungan aliran dananya lebih terjamin.

Perusahaan asuransi mengeluarkan berbagai produk yang intinya menyediakan dana pada saat usia penisun. Bentuknya bisa berupa asuransi bernilai tabungan, anuitas, atau tabungan pensiun. Bagi karyawan perusahaan, dana pensiun biasanya dikelola secara kelompok oleh perusahaan asuransi yang preminya dibayar sebagian atau seluruhnya oleh pemberi kerja.

Sakit atau Cacat

Seperti mesin, badan kita seringkali harus masuk “bengkel” karena gangguan fungsi, mogok atau overhaul. Biaya perawatan mesin tidak sedikit. Di sisi lain, selama proses perawatan, mesin kita tidak dapat dipakai berproduksi sehingga proses mengais rejeki terputus. Kemalangan ini bersifat ganda.

Asuransi kesehatan dan kecacatan berfungsi menutup kerugian dari dua hal di atas, yaitu membayar biaya perawatan dan mengganti nafkah yang hilang selama atau sesudah masa perawatan. Asuransi kesehatan menanggung biaya perawatan kesehatan yang secara umum dibagi dalam dua klasifikasi: rawat jalan dan rawat inap. Asuransi yang menanggung biaya rawat jalan biasanya bersifat kelompok, yaitu harus disponsori oleh satu perusahaan atau organisasi. Anda tidak dapat membeli asuransi rawat jalan sendiri-sendiri. Hal ini karena rumitnya administrasi yang harus dijalankan perusahaan asuransi bila harus menyediakan asuransi rawat jalan secara perorangan.

Seperti asuransi jiwa, asuransi kecacatan bersifat indemnity yaitu santunan yang diberikan angkanya sudah ditetapkan, tidak seperti asuransi kesehatan yang bersifat penggantian biaya. Asuransi ini diberikan agar penyandang cacat dan keluarganya dapat hidup layak seperti kondisi sebelumnya.

Ada dua jenis cacat yang terjadi pada manusia, yaitu cacat karena penyakit (misalnya karena stroke) atau karena kecelakaan. Ada asuransi yang menanggung salah satu jenis, ada yang dua-duanya. Ada yang hanya menanggung bila cacatnya total (tidak dapat bekerja sama sekali), ada yang juga menanggung bila cacatnya hanya mengakibatkan kita tidak dapat bekerja di profesi semula.

Selain penggantian biaya, karena selama masa penyembuhan dan rehabilitasi tidak ada pendapatan yang masuk bagi keluarga si sakit, asuransi juga menyediakan pendapatan pengganti. Salah satunya adalah yang dikenal dengan nama hospital cash plan, di mana selama dirawat di rumah sakit pasien mendapatkan “tunjangan sakit” yang dihitung per hari perawatan. Untuk penyandang cacat, ada juga program santunan bulanan selama masa rehabilitasi dan/atau setelahnya (dikenal sebagai LTD/Long Term Disability benefit).

Asuransi jiwa telah berkembang menjadi sangat kompleks. Produk-produk yang ditawarkan sangat banyak dan dapat mencakup berbagai kombinasi manfaat yang sangat beragam. Satu perusahaan asuransi saja bisa mengeluarkan belasan atau puluhan produk asuransi berikut kombinasi manfaat opsionalnya. Kita dapat dibuat bingung oleh pilihan yang ada.

Pada akhirnya, kita sendirilah yang paling tahu kebutuhan kita. Yang jelas, bila Anda dan keluarga saat ini belum terlindungi asuransi, segeralah menengok produk-produk asuransi yang dijajakan di luar sana. Pilih yang terbaik sesuai kemampuan Anda. Gunakan artikel-artikel dalam Solusi Asuransi sebagai panduan Anda.

This entry was posted in Asuransi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*